Open Data Indonesia : End of Year Gathering 2015

Open Data Indonesia : End of Year Gathering 2015

Pada hari Kamis, 17 Desember 2015 kami (Goman, Eru, Septian) menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Open Data Indonesia, yaitu End of Year Gathering 2015. Acara ini mengundang perwakilan pemerintah dan CSO yang termasuk dalam anggota dari komunitas Open Data Indonesia. Tujuan dari diselenggarakannnya acara ini adalah untuk menginformasikan tentang progress yang telah dicapai Open Data Indonesia pada tahun 2015, dan hal apa saja yang diharapkan pada tahun 2016. Acara ini diselenggarakan di The World Bank, Gedung Bursa Efek Jakarta, Tower 2, Lantai 12.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Noriko Toyoda yang merupakan Senior Goverment Specialist di World Bank. Noriko memaparkan progress yang telah dicapai oleh Open Data Indonesia sejak didirikan hingga tahun 2015. Sedikit informasi, Open Data didirikan pada Januari 2014 dan telah meluncurkan data.go.id pada September 2014. Disusul dengan peluncuran data.jakarta.go.id pada Juni 2014 dan data.bandung.go.id pada December 2014. Noriko menutup sambutannya dengan ajakan untuk berkolaborasi lebih lanjut (antara pemerintah, cso, dan technology expert) pada tahun 2016 untuk lebih menggalakkan open data di Indonesia.

[caption id=”attachment_1192" align=”aligncenter” width=”1600"]

Gambar 1 — Sambutan dari Noriko Toyoda[/caption]

[caption id=”attachment_1211" align=”alignnone” width=”1600"]

Gambar 2 — Beberapa Aplikasi yang Telah Mengaplikasikan Open Data[/caption]

Setelah sambutan dari Noriko, acara dilanjutkan dengan sharing perjalanan open data di Indonesia dari perspektif pemerintah.

Perjalananan Open Data di Indonesia: Perspektif Pemerintah

Pada acara ini terdapat dua perwakilan pemerintah yang diundang untuk sharing. Yang pertama adalah Setiaji, Head of Jakarta Smart City — Pemprov DKI Jakarta sebagai wakil dari pemerintah daerah, dan Muhammad Daud, Associate Director — Kantor Staf Presiden sebagai perwakilan dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat inilah yang mengelola portal data.go.id. Hingga saat ini, data.go.id telah memiliki 1.041 dataset, yang terbagi ke dalam 18 kategori data. Serta terdapat 31 instansi yang turut berkontribusi dalam menyediakan datasetnya.

Secara garis besar, target pemerintah pada tahun depan adalah lebih banyaknya instansi yang bersedia untuk menyumbangkan datanya untuk dapat diakses oleh publik. Dan mereka juga berharap bahwa sektor privat dapat melakukan hal yang sama.

[caption id=”attachment_1286" align=”aligncenter” width=”1600"]

Gambar 3 — Setiaji, Head of Jakarta Smart City — Pemprov DKI Jakarta[/caption]

[caption id=”attachment_1288" align=”aligncenter” width=”1600"]

Gambar 4 — Muhammad Daud, Associate Director — Kantor Staf Presiden[/caption]

Perjalananan Open Data di Indonesia: Perspektif CSO

Perludem

CSO yang pertama kali melakukan sharing adalah Perludem (Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi) yang diwakili oleh Perludem merupakan organisasi yang mengusung open data pada sektor pemerintahan khususnya pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah memaparkan apa saja yang telah dicapai oleh Perludem hingga akhir tahun 2015, diantaranya adalah API Pemilu. API Pemilu adalah sebuah API yang dapat digunakan untuk mendapatkan data terkait pemilu. Data data yang dapat diambil antara lain data hasil perolehan suara (biasanya didapat dari KPU), profil calon legislatif, berita mengenai calon legislatif, dan lain lain. Perludem juga telah mengadakan hackathon yang menggunakan API Pemilu untuk menciptakan aplikasi yang berguna dalam pemantauan pemilu menyatakan bebera kendala yang dihadapi Perludem antara lain yaitu Indonesia yang kultur politiknya memungkinkan adanya pemilihan hampir satu kali setiap tahunnya. Selain itu sumber data yang didapatkan cukup terbatas, yaitu sebagian besar dari KPU. Dan untuk berita ataupun profil dari calon legislatif, Perludem juga harus mem-filter berita agar hanya menggunkan berita yang sudah terbukti kebenarannya.

[caption id=”attachment_1287" align=”aligncenter” width=”1600"]

Gambar 5 — Perwakilan Perludem[/caption]

Publish What You Pay Indonesia

Setelah Perludem, CSO berikutnya yang melakukan sharing adalah Publish What You Pay Indonesia (PWYP Indonesia). Organisasi ini telah melakukan pengamatan pada daerah Kalimantan Barat dan mengamankan daerah yang seharusnya merupakan lahan hutan lindung namun dijadikan lahan tambang. Daerah tersebut sekarang sedang diawasi dengan menggunakan Drone agar tidak dijadikan lahan tambang lagi.

PWYP berharap dengan adanya open data, para penambang tidak melakukan pembukaan lahan tanpa memikirkan konsekuensi lingkungannya karena tindakan mereka akan diamati oleh seluruh dunia melalui laporan dari open data yang diambil dari Drone.

[caption id=”attachment_1289" align=”aligncenter” width=”1600"]

Gambar 6 — Perwakilan PWYP Indonesia[/caption]

Perjalanan Open Data di Indonesia: Perspektif Techies

Data Science Indonesia

Data Science Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi orang — orang yang memiliki minat dalam pengembangan data di Indonesia. Data science Indonesia baru berusia kurang lebih 5 bulan. Sejauh ini, data Science Indonesia sudah menerbitkan blog yang berlamat di datascience.or.id. Blog tersebut memuat artikel mengenai big data dan teknologi terkait, serta big data di Indonesia. Data Science Indonesia berencana untuk mengadakan pelatihan Data Science jika mendapatkan funding yang cukup.

Code4Nation

Code4Nation adalah sebuah organisasi yang menyelenggarakan event Merdeka dengan Kode (MDK) atau dikenal juga dengan Hackathon Merdeka. Event ini telah diselenggarakan sebanyak 3 kali di 6 negara untuk membangun Indonesia lewat aplikasi. Dengan hadirnya perwakilan Code4Nation pada event open data ini, diharapkan akan banyak peserta Code4nation yang menggunakan fasilitas open data dalam membangun aplikasinya. Hingga saat ini, diantara juara hackathon tersebut baru 1 tim yang menggunakan fasilitas open data.

Code4Nation juga ikut berkontribusi dalam pembuatan beberapa open data API yang cukup beragam, yaitu:

[caption id=”attachment_1285" align=”alignnone” width=”1600"]

Gambar 7 — Perwakilan Code4Nation[/caption]

Sesi Networking

Pada sesi networking, kami berkesempatan untuk ngobrol dengan beberapa orang dari staff kepresidenan. Mereka cukup banyak meminta masukan mengenai apa saja yang dapat ditingkatkan mengenai open data yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Kami memberi saran untuk diadakannya standarisasi data, serta open data ini jangan sampai hanya dilakukan oleh pemerintah pada kota besar saja. Kami juga menyarankan pembuatan API untuk data pada data.go.id agar memberi kemudahan untuk para developer dalam mengambil data.

Selain itu kami juga berkesempatan untuk ngobrol dengan beberapa orang dari perludem.

Sesi networking juga dilakukan sambil makan malam. Makan malamnya adalah Masakan Padang prasmanan dengan lauk yang sangat banyak :9.